Archive for the 'PuiSi Buat AyaH' Category

14
Aug
08

ntuk Ayah di “Hari”mu..


ntuk Ayah di “Hari”mu..


Pada puisi ijinkan aku ayah
Bercerita tentang gerimis yang
Mengiringi kepergianmu
Atau hujan yang membasahi pilar nisanmu
Pohon kamboja mulai meranggas
Meski bunga kecil berteduh di bawah daun-daun kering
(Puisi ini untuk Mengenang enam tahun Kepergian Abu Tercinta dan puisi ini pernah dimuat di majalah SABILI tahun 2001, Semoga semangatmu selalu menjelma dalam tubuh kami anakmu.)
Pada puisi aku datang ayah
Bukan hendak menggugat takdir kematianmu
Atau menghujat sangat pemilik maut
Kali ini ingin aku katakan
Kepergianmu adalah pelajaran tanpa kamus
Perenungan panjang untuk dipahami
Bahwa hidup adalah pembuktian
Tuk wujudkan syukur dan sabar
Ketika harus menjalani skenarioNya
Pada puisi aku akan kembali menemui ayah
Lewat goresan pena
Yang mengajariku tentang arti kematian
Bila esok telah kutemukan
Muara kasihNya tak bertepi
Akan kuceritakan kembali
Sepuluh malam kepergianmu
Dan sepuluh bunga yang masih berteduh
Di bawah pohon-pohon kamboja
Oleh : Nur Atik Kasim
Hari ini Ayah, alm. berulang tahun, entah apa yang bisa aku berikan padamu.. bahkan untuk menulis pun hampir-hampir tak bisa, dan aku pun akhirnya mengambil tulisan orang untuk aku simpan di sini..
ada hal-hal yang pasti tak pernah terlupakan, belum sempat lagi aku meminta maaf atas segala salah.. aku yang hampir tak pernah bisa akur denganmu, aku yang kadang tak peduli dengan kabarmu, dan aku juga yang hampir tak pernah mengikuti apa yang kau inginkan.
apakah bisa aku ada sedang kau tak ada, aku siap dalam ketidak-siapanku.. aku tak bisa menggantikan apa yang kau miliki, aku tak bisa merubah apa yang aku miliki sebagai dirimu.. sebenarnya, aku belum siap, dan mungkin tak kan pernah siap..
maafkan aku karna tetap tak bisa memberikan apapun bagimu..
Selamat Ulang Tahun, Ayah..

14
Aug
08

Ayah…


Ayah…


Ayah…
Kepadanya tanganku menadah
Didadanya kulepaskan segala gundah
Ayah tak pernah lelah
Dan selalu mengalah
Walau anaknya kerap bikin susah


Ayah…
Ada dan tiada kau selalu kucinta
Kepada Allah kuhaturkan Do’a
Semoga ayah selalu bahagia
Dimanapun raga dan jiwamu berada


Ayah…
Kurindukan hadirmu disisiku
Walaupun kini kita tak mampu bersua
Namun ayah selalu dihati…

14
Aug
08

Ayahku…


Ayahku…


Setiap hari dirimu bekerja
Mencari uang dengan susah payah
Menafkahi keluarga


Setiap hari …
Keringatmu bercucuran
Hasil kerjamu …
Dari fajar sampai malam


Ya … Allah …
Andai saja aku bisa
Membalas semua jasaya
Membalas ia banting tulang
Ampunilah dosa AYAHKU
Amin …

14
Aug
08

Ayah…


Ayah…


Biarkan kupergi mencari jati diri
Yang tiada ku tahu pasti
Jangan kau halangi
Tak perlu kau dampingi
Biarkan aku sendiri agar aku bisa mandiri
Kuharap do’amu iringi langkah hidup yang aku jalani
Bila sudah kutemui apa yang aku cari
aku pasti kembali menjadi anakmu yang berbakti

14
Aug
08

Ayah


Ayah


Ijinkan aku ayah
Aku akan datang ayah
Bukan hendak menggugat kepergianmu


Kau ini ingin ku katakan
Kepergianmu adalah kesedihan
Dalam hatiku
Untuk mewujudkan syukur dan
Sabar


Aku akan kembali ke pangkuanmu Ayah
Lewat lantunan puisi
Yang menyaksikan daun-daun yang
Berguguran tanpa batang

14
Aug
08

Ayah…,Aku merindukanmu


Ayah…,Aku merindukanmu


Aku tak mampu mengantar kepergianmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu


Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu


Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama


Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu


Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu


Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya

14
Aug
08

Puisi dari ayah


puisi dari ayah


Wahai embun pagi,jagalah dia dari dinginmu yang menusuk tubuhnya,
Wahai angin jagalah ia dari hembusanmu yang menyelinap ke dalam tubuhnya,
Wahai matahari jagalah ia dari terikmu yang melemaskannya,


Tuhan kumohon jagalah dia dari semua yang membahayakannya

Terima kasih tuhan ,
atas ketulusannya,kecintaanya,kasih sayangnya,kesalahannya, dan keinginannya untuk memanggilku “Ayah”


Terima kasih tuhan . . .




.:PESAN HARI INI:.

Anda bertanggung jawab atas kehidupan anda. Anda tidak bisa terus menerus menyalahkan orang lain untuk kesalahan-kesalahan dalam hidup anda. Hidup ini sebenarnya adalah tentang melanjutkan kehidupan itu sendiri.
posted by: Oprah Winfrey

.: Archieves :.

.:Link to Myfriend:.

.:CaLenDer:.

September 2014
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
Bagaimana Menurut Anda Tentang Blog Saya Ini?
1) Bagus banget...
2) Lumayan lah...
3) Biasa ja...
4) Aneh!!!

.:ToP CliCks:.

  • None
Search Engine Promotion Widget

.:BlOgs StaTus:.

  • 111,623 HiTs

.:some of banner:.

Free Shoutbox by ShoutCamp

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.