15
Aug
08

Sahabat Lawas


Sahabat Lawas

Lima belas tahun memang bukan waktu yang singkat untuk kita dapat menuliskan makna diri

kita diatas kertas-kertas nasib.
Lima belas tahun juga bukan sejengkal waktu untuk kita bisa menceritakan siapa kita, apa

kita dan tujuan hidup kita.
Lima belas tahun juga bukan waktu sekilas untuk kita belajar memaknai kehidupan dan

mengabadikan kenangan dalam album-album masa yang telah lalu.
Lembaram demi lembaran kisah lama silih berganti merapat di pelabuhan hidup. Silih

berganti menurukan berbagai muatan kesan dan pesan untuk kita renungkan di masa yang akan

datang, menjadi obat duka kita dimasa senja.
Satu dari sobekan kecil lembaran itu kini melekat di dalam benakku. Sebuah kisah kecil

namun sarat makna telah kuletakkan sebagai api semangat didalam diriku.
Sebuah warna baru di dalam hidupku muncul empat tahun yang lalu .Dari tangan seorang

sahabat kucoba meraih segala impianku perlahan mulai kuangkat wajahku menengadah menatap

masa esok. Kukuatkan mataku untuk terus menatapnya lekat-lekat walau perih terasa

dikedua bola mataku dan air mata menggenangi wajah lusuhku. Kuhirup udara harapan dalam-

dalam dan kuhembuskan rasa pesimisku menjadi butir-butir embun yang membasahi tubuhku.

Pelan-pelan kucoba berdiri sekuat mungkin, walaupun kadang kaki ini tak mau menurut,

membuatku berulang kali jatuh. Namun kau ulurkan tanganmu, kau raih lenganku dan

mengangkatnya dengan sekali hentakan kuat yang membuatku berdiri tegak lepas dari

keterpurukanku.
Kau papah aku melewati jalan berbatu , dengan langkah terseok-seok kukuatkan niatku untuk

melewatinya. Saat peluh membasahi wajahku, kualihkan pandanganku kepadamu, dan kaubalas

menatap, sambil tersenyum kau mengusapkan tanganmu pada keningku, dan kurasakan embun

sejuk mengalir dalam tubuhku, lalu kembali kutatap esok dan kembali menyongsongnya.
Semakin lama semakin banyak pengalaman hidup yang telah kulihat di sekitar jalan geragal

ini menyapaku. Dan tanpa kau, mungkin akan kulewatkan pemandangan hidup itu lewat di

depan mataku. Tanpa kau, mungkin aku hanya menjadi penonton permainan matador, tanpa

pernah berpikir untuk menjadi pejuang di arena permainan nasib.
Dan setelah kaurasa aku cukup kuat menapakinya sendiri, kau lepaskan tanganmu dari

pundakku, dan kau membiarkanku berdiri dengan kekuatanku sendiri. Dan kau berkata,”Ini

adalah hidupmu, maka raihlah dengan hatimu”.Lalu kau berpaling menjauh dariku tanpa

menoleh ke belakang, meninggalkanku dan mencari jalan hidupmu sendiri.
Kini tinggal aku sendiri, tanpa teman.
Kadang aku tersungkur sampai lututku luka penuh darah, kadang aku menyanyi riang sambil

melompat-lompat girang. Kadang hening menyurutkan keberanianku, namun suaramu terus

menyulutnya supaya tak pernah padam.
Dan kini, tak terasa sudah lima belas tahun aku hidup mengarungi lautan perjuangan yang

tak kunjung padam. Aku sekarang mulai mengerti makna kehidupanku sendiri, aku mulai tahu

siapa aku, dan aku mulai kenal dengan sisi-sisi lainku, yaitu sisi yang rindu akan

kenangan.
Meski kinipun kau tak lagi menemaniku menangis bersama, namun kau tetap hidup dalam

bayanganku, kadang saat gundah menghampiriku, hanya dengan membayangkan tatapanmu yang

teduh, maka dapat kuraup kembali semangatku. Dan kadang kau masih saja mendatangi mimpi-

mimpiku, mengajakku kembali ke masa lalu dan saat aku terbangun, kudapati wajahku merona

merah dan aku siap menantang hidup sekali lagi.

Mereka semua berdatangan
Mereka mencoba membuatku tertawa
Mereka mengajakku bermain
Sebagian bermain untuk bersenang-senang dan
Sebagian untuk dikenang

Dan kemudian mereka pergi
Meninggalkan aku di tengah reruntuhan permainan
Tanpa tahu yang mana yang harus di kenang dan
Yang mana untuk sekedar bersenang-senang, dan
Meninggalkan aku dengan gema dari tawa
Yang bukan milikku

Lalu datanglah kau
Dengan caramu yang lucu,
Tidak seperti orang lain
Dan kau membuatku menangis tersedu-sedu
Dan tampaknya kau tidak perduli meski aku menangis
Kau bilang permainan sudah selesai
Dan menunggu
Sampai seluruh air mataku berubah menjadi
Kebahagiaan…………….


0 Responses to “Sahabat Lawas”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


.:PESAN HARI INI:.

Anda bertanggung jawab atas kehidupan anda. Anda tidak bisa terus menerus menyalahkan orang lain untuk kesalahan-kesalahan dalam hidup anda. Hidup ini sebenarnya adalah tentang melanjutkan kehidupan itu sendiri.
posted by: Oprah Winfrey

.: Archieves :.

.:Link to Myfriend:.

.:CaLenDer:.

August 2008
M T W T F S S
     
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Bagaimana Menurut Anda Tentang Blog Saya Ini?
1) Bagus banget...
2) Lumayan lah...
3) Biasa ja...
4) Aneh!!!

.:ToP CliCks:.

  • None
Search Engine Promotion Widget

.:BlOgs StaTus:.

  • 112,864 HiTs

.:some of banner:.

Free Shoutbox by ShoutCamp

%d bloggers like this: