Archive for the 'PuiSi Buat Ibu' Category

14
Aug
08

Untukmu lbu


Untukmu lbu

Untukmu lbu
Yang kian tak tertafsirkan oleh gelora emosiku
Apakah aku masih bisa bertanya
Ketika Aura cucu kecilmu sedang berlari ke sorga
Apa masih sempat kau lambaikan tangan untuknya?
Apakah masih sempat kau bekali ia dengan senyum dan doa?

Aura memang belum sempat memanggil
Atau merajuk manja di pangkuanmu
Tapi sholawat yang kau titipkan lewat telinganya
Kini telah bergema di sorga
Juga zikir yang kau ukir di hati sanubari
Telah memahkotainya di antara bidadari

Atas nama Aura
Aku mohon maaf kepadamu, lbu
Sebab cucumu yang ayu tetah bermandi cahaya
Bermain-main di sorga dengan berbagai kilau permata
Aura tak sempat menemani masa-masa senjamu
Tapi senyum manisnya telah terpahat di dinding sorga
Yang ketak akan kita tempati bersama

Atas nama Aura
ljinkan kubelah-belah rinduku
Antara luka dan tawa yang terus berebut mengisi kalbu
Ketika hanya sekelebat cucumu singgah
Namun begitu cepat Aura menyulam cinta
Dan menghias seluruh batinmu

Maafkan cucumu, Ibu
Jika tanpa sengaja Aura pernah membuatmu terjaga
Dan memberi makna pada malam-malammu dengan simponinya
Aura adalah bintang sorga yang jatuh ke bumi
Yang mengajari cinta dan tawa ketabahan pada ibu bapaknya
Aura adalah mutiara hati yang melipur rindu

Datang dan pergi bersama embun sorgawi
Berikanlah doamu, Ibu
Untuk mengantarkan melati putih ini pada kesuciannya
Walau untuk itu harus ada beribu gempa
Yang menerjang dada

14
Aug
08

Ibu..


Ibu..

DiBUai aKU dALam pELuk mANja..
TeRikaT akU dENgaNnyA..
BeRBakti tUgaS yAng akU jALAni..

TeLAh eNgkAU beRJaLan dALAm dUka dAn gEMbirA..
TeLAh mERaSA kEJamNYa dUNia..
NaMUn hAtiNYa tEtaP tULus..
DaLAm buAi dAn bELai..

INg!N aKU tUMbuH..
In9in aKU mENeruSKAn miMpi miMpi
yaNg tELaH LaMa tErtUNDa..
IbU.. INgin aKU mENgabd! PadAMu..

14
Aug
08

Kepada Ibuku


Kepada Ibuku

Tanganmu sibuk sepanjang hari
Ibu tak punya banyak waktu luang
Bila ku ajak kau bermain
Engkau menjawab “Ibu tidak sempat, Nak”
Engkau mencuci baju, menjahit, memasak,
Semua untuk Aku…
Tetapi kala aku tunjukkan buku ceritaku
Engkau menjawab “Sebentar Sayang…”

Di malam hari engkau tidurkan aku
Engkau dengarkan do’aku.. Engkau padamkan lampu
Lalu berjingkat meninggalkanku
Kalau saja engkau tinggal barang satu menit lagi..

Sebab hidup itu singkat, Tahun-tahun bagai berlari
Bocah cilik tumbuh begitu cepat
Aku tidak lagi berada di sisi Ibu
Membisikkan rahasia-rahasia kecilku
Buku-buku dongengku entah di mana
Takkan ada lagi ajakan bermain
Tak ada lagi cium Selamat Malam
Tak kudengar lagi do’amu
Semua itu milik masa lalu

Tanganmu dahulu sibuk sekarang diam
Hari-hari terasa panjang membentang
Kalau saja aku bisa kembali ke masa lalu
Menyambutmu hangat di sisiku
Memberiku waktu dari hatimu

14
Aug
08

  • Ibu bergenang air mataku
    terbayang wajahmu yang redup sayu
    kudusnya kasih yang engkau hamparkan
    bagaikan laut yang tak bertepian

  • Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
    tak pernah engkau merasa jemu
    mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
    dari kecil hingga dewasa
  • Hidupmu kau korbankan
    biarpun dirimu telah terkorban
    tak dapat aku balasi
    akan semua ini
    semoga tuhan memberkati
    kehidupanmu ibu
  • ibu kau ampunilah dosaku
    andainya pernah pernah menghiris hatimu
    restumu yang amatlah aku harafkan
    karna disitu letak syurgaku
  • Tabahnya dirimu melayani
    kenakalan anakmu
    mengajarkan aku
    arti kesabaran
  • kau bagaikan pelita
    dikala aku kegelapan
    menyuluh jalan
    kehidupan
  • kasih sayangmu
    sungguh bernilai
    itulah harta yang
    engkau berikan
    kepadaku untuk
    sepanjang hidupku
14
Aug
08


Ibu, kerja belum selesai
Segala tentang kehidupan ini
Terlalu rumit untuk aku jalani
Karena semua tidak semudah
Yang aku perkirakan

Ibu, kerja belum selesai
Mengukir semua permintaanmu
Mencari sebuah apa yang aku miliki
Untuk diriku dan masa depanku
Karena itu adalah hanya untuk aku

Ibu, kerja belum selesai
Pasti kepedihan akan tercipta dihatimu
Kekecewaan akan terbentang melingkari harapan itu
Tangisan menetes dari pelipis matamu
Yang terus mencengkram jiwaku yang hina

Ibu, kerja belum selesai
Maafkanlah aku sebagai anak yang lemah
Terobsesi dengan sejuta harapan
Dengan gaya kehidupan penuh kepalsuan
Dari air mata yang engkau pertaruhkan untukku
Ya…hanya untuk aku, anakmu

14
Aug
08

TELAGA PUISI UNTUKMU IBU


TELAGA PUISI UNTUKMU IBU

ada gurat letih yang harus kuterjemahkan
dalam menelusuri tapak perjalananmu, ibu
serupa seribu sajak yang tak terganti dari air kehidupan

rambutmu adalah gelombang putih di masa yang coklat
sedang tanganmu kini terbingkai urat-urat membiru
di kerut dahimu mimpiku teringin singgah

meski ibu tak pernah bersajak
air matanya yang letih menjadi telaga puisi

malam masih menyisakan kehangatan
seperti ibu yang terjaga
ada satu tanya di sana
“sudah berpulangkah kita pada hangat peluk di dada ibu?”

14
Aug
08


Hanya kepadamu Ibu
“Ibu”….
adalah unkapan yang begitu indah didengar…yang bukan hanya mengandung “kita” tapi juga mengandung begitu luas telaga kasih sayang yang tak bertepi….
”Ibu” adalah ungkapan…dimana orang hebat siapamu, bertekuk lutut menyerah tanpa syarat…
Ibu…,dimana ketika kata itu terucap bisa merubah keangkuan gunung merapi.
“IBU…” yang ketika ku jumlah pengerbanmu tak bernilai semua kesombongan di bumi ini tak terbayar kekayaan harta benda…
Ibu….kau lah ….dimana tuhan meletakan tiket menuju sorga di kakimu…
ibu…aku mengagumimu…karena untuk mengucap sayang padamu tak sebanding dengan sayangmu pada anak-anakmu.

“SPESIAL UNTUK MAMA…”

Ma…kadang aku tahu harus mengucapkan apa
“Berterimakasih” atas semua yang telah “kau” lakukan
Tapi…
Bagamana aku bisa cukup “Berterimakasih”?
Pada orang yang telah membuat hidupku lengkap
Memberiku anugrah, dan membuat jiwaku terbentuk mantap

“Orang yang telah menyelimuti tiap malamku
orang yang mengentikan tangisku
orang yang sangat ahli menelanjangi kebohonganku
orang yang bersedia berkorban
untuk selalu mendahulukanku…
meski menyakitkan bagimu….!!!”

Entah cara apa yang ada untuk “bererimakasih”
Bagi hatimu, keringatmu, air matamu dan…
Bagi segala ujian yang menyakitkanmu

Makasih ma…
Untuk kerelaanmu menerima semua kelemahanmu
Untuk ribuan pengorbananmu demi putra-putrimu…

Ma…SUPER WOMEN ku
Orang yang tidak pernah putus asa
Dan tak pernah kehilangan akal…
Mama hebat…!

Terimakasih atas semua anugrahmu
Untuk semua yang kau lakukan
Tapi, terimakasih…
Terutama karena membuat impianku
Jadi kenyataan…




.:PESAN HARI INI:.

Anda bertanggung jawab atas kehidupan anda. Anda tidak bisa terus menerus menyalahkan orang lain untuk kesalahan-kesalahan dalam hidup anda. Hidup ini sebenarnya adalah tentang melanjutkan kehidupan itu sendiri.
posted by: Oprah Winfrey

.: Archieves :.

.:Link to Myfriend:.

.:CaLenDer:.

April 2015
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Bagaimana Menurut Anda Tentang Blog Saya Ini?
1) Bagus banget...
2) Lumayan lah...
3) Biasa ja...
4) Aneh!!!

.:ToP CliCks:.

  • None
Search Engine Promotion Widget

.:BlOgs StaTus:.

  • 112,122 HiTs

.:some of banner:.

Free Shoutbox by ShoutCamp

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.